Filosofi Brand FEPPI

  1. Komunitas dan Kolaborasi ; Ekpresi Gambar Udang yang ramah dapat mewakili pendekatan yang mudah didekati dan kehangatan dari kelompok.
  2. Jempol Atas ; Menggambarkan sikap positif dan rasa yang nikmatterhadap produk dan rasa yang nikmatterhadap produk yang di tawarkan.
  3. Design X ; Kuwalitas dan keberanian design yang berani dan ceria mencerminkan rasa bangga dalam industry local dan menyampaikan pesan tentang produk berkuwalitas tinggi kepada konsumen.
  4. Inovasi dan Kreatifivitas; Penggunaan warna-warna cerah (kuning dan orange) melambangkan energy kreatifitas dan semangat , menggambarkan komitmen kelompok produk dari udang.

Tabalar Muara RT 004, Desa/Kelurahan Tabalar Muara, Kec. Tabalar Kab. Berau. Prov. Kalimatan Timur

WA: +6281346466451

Contact info

Pegat Betumbuk adalah salah satu kampung di Kecamatan Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, Indonesia.  Kampung Pegat Betumbuk ditetapkan sebagai salah satu kampung berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Penetapan Kampung di Kabupaten Berau. Kampung Pegat Batumbuk merupakan salah satu dari lima kampung yang berada di Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau.

Kampung Pegat Batumbuk memiliki penduduk sebanyak 722 Jiwa yang terdiri dari Laki-laki 394 jiwa dan perempuan 328 jiwa dengan 300 kepala keluarga.  Kampung  Pegat Batumbuk   mulai terbentuk   sejak tahun 1950 (Susmiyati dkk, 2013).  Pada awalnya masyarakat Pegat mayoritas pendatang dari daerah luar Kabupaten Berau diantaranya yaitu dari sulawesi suku Bugis dan dari Nusa Tengara Timur suku Sasak.

Kampung Pegat Batumbuk merupakan Gabungan dua wilayah Kampung Kecil yaitu Kampung Pegat dan Kampung Batumbuk yang terbagi menjadi 3 Rukun Tetangga (RT) yaitu RT. 01 berada di Pegat . dan RT. 02 dan RT. 03 berada di Batumbuk. Kampung Pegat  di RT.01 merupakan wilayah yang terpisah cukup jauh jaraknya dengan Kampung Batumbuk diperkirakan butuh waktu 1 jam untuk menuju ke Pegat atau sebaliknya ke Batumbuk. Kampung Pegat Batumbuk memiliki luas wilayah 547,18 km2.  Kampung Pegat Batumbuk memiliki jarak lebih dari 20 km dari ibukota Kecamatan, dan sekitar 35 km dari Tanjung Redeb Ibukota Kabupaten Berau.

  • Komunitas dan Kolaborasi ; Ekpresi Gambar Udang yang ramah dapat mewakili pendekatan yang mudah didekati dan kehangatan dari kelompok.
  • Jempol Atas ; Menggambarkan sikap positif dan rasa yang nikmatterhadap produk dan rasa yang nikmatterhadap produk yang di tawarkan.
Wilayah Kampung Pegat Batumbuk berbatasan langsung  dengan  wiIayah lautan, atau merupakan daerah pesisir, sedangkan sebagian lain merupakan wilayah dataran.  Kampung Pegat Batumbuk merupakan kampung nelayan yang dikenal sebagai daerah penghasil udang dan terasi di Kabupaten Berau yang mana menghasilkan udang rata-rata kurang lebih 50 ton per tahun dan produksi terasi rata-rata kurang sekitar 60 ton per tahun (Susmiyati dkk, 2013).
Kampung Pegat Batumbuk memiliki penduduk sebanyak 722 Jiwa yang terdiri dari Laki-laki 394 jiwa dan perempuan 328 jiwa dengan 300 kepala keluarga.  Kampung  Pegat Batumbuk   mulai terbentuk   sejak tahun 1950 (Susmiyati dkk, 2013).  Pada awalnya masyarakat Pegat mayoritas pendatang dari daerah luar Kabupaten Berau diantaranya yaitu dari sulawesi suku Bugis dan dari Nusa Tengara Timur suku Sasak
Kampung Pegat Batumbuk berada dipinggiran peisisir Kabupaten Berau.  Posisi kampung tersebut menyebabkan berbagai kendala yang dihadapi.  Salah satu kendala tersebut adalah sulit aksesibilitas menuju kampung ini.  Akses menuju Kampung Pegat Batumbuk hanya dapat dilalui melaui jalur transportasi air sungai dari Kota Tanjung Redeb.  Adapun akses transportasi darat belum tersedia.  Berdasarkan cerita masyarakat Kampung Pegat Batumbuk, untuk mencapai Kota Tanjung redep menggunakan perahu mereka membutuhkan biaya sekitar Rp. 400.000 pulang pergi, untuk biaya bahan bakar.
Produksi unggulan dari Kampung Pegat Batumbuk adalah terasi.  Terasi hasil olahan Kampung Pegat Batumbuk sudah dikenal miliki rasa yang sangat enak.  Terasi Kampung Pegat Batumbuk adalah terasi asli berbahan baku udang segar.  Oleh masyarakat Kampung Pegat Batumbuk menyebutnya dengan istilah udang Bapay. Produksi terasi di Kampung Pegat Batumbuk ini telah berlangsung sejak  bertahun-tahun yang lalu.  Karena sudah merupakan kegiatan produksi secara turun temurun, maka kegiatan pembuatan terasi sudah merupakan keterampilan umum masyarakat Kampung Pegat Batumbuk. Produk unggulan lainnya yaitu produk-produk dari Pertambakan yaitu Udang dan Ikan Bandeng. Yang merupakan salah satu sentra budidaya udang dan bandeng terbesar di Kabupaten Berau.
Perijinan
Photo