
Filosofi BrandRANTIK /RANTAU TARIK
Berawal dari Sejarah desa, sebelum menjadi nama desa Tabalar muara , kampung kami Bernama Rantau Tarik. Rantau Tarik sendiri memiliki history yaitu siapapun yang pernah datang / berkunjung kesana pasti suatu saat akan Kembali lagi dan harapan kami semoga konsumen yang sudah membeli produk kami akan tertarik untuk membeli lagi.
Warna Kuning melambangkan sebuah keoptimisan dan kreatifitas dalam membuat sebuah produk. Selain itu warna kuning juga warna dari matahari yang bersinar yang sesuai dengan harapan kami semoga akan terus bersinar dan memberi manfaat bagi warga sekitar.
Tulisan berbentuk ikan karena Sebagian besar pekerjaan disana adalah nelayan yang notabenenya pendapatan hasil laut adalah ikan dan udang.
Alamat:
Tabalar Muara RT 04, Desa/Kelurahan Tabalar Muara, Kec. Tabalar Kab. Berau. Prov. Kalimatan Timur 77372
WA: +6282255342988
Contact info
- 1010, Brooklyn, New York City, NY 10018 US
- Central Office: 212 386 5575
- Fax: 212 376 5575
- info@stylemixthemes.com
- Berawal dari Sejarah desa, sebelum menjadi nama desa Tabalar muara , kampung kami Bernama Rantau Tarik. Rantau Tarik sendiri memiliki history yaitu siapapun yang pernah datang / berkunjung kesana pasti suatu saat akan Kembali lagi dan harapan kami semoga konsumen yang sudah membeli produk kami akan tertarik untuk membeli lagi.
- Warna Kuning melambangkan sebuah keoptimisan dan kreatifitas dalam membuat sebuah produk. Selain itu warna kuning juga warna dari matahari yang bersinar yang sesuai dengan harapan kami semoga akan terus bersinar dan memberi manfaat bagi warga sekitar.
- Tulisan berbentuk ikan karena Sebagian besar pekerjaan disana adalah nelayan yang notabenenya pendapatan hasil laut adalah ikan dan udang.
Dengan jumlah penduduk 3.280 jiwa yang tersebar di 4 RT (Rukun Tetangga), Tabalar Muara di masa lalu bernama desa “Rantau Tarik”. Nama Rantau Tarik diambil sebagai simbol bahwa desa menjadi padat oleh para migran. Pemukiman migran pertama dari Sulawesi Selatan dibangun di daerah pesisir sekitar tahun 1940-an.
Berdasarkan informasi tetua desa, orang pertama yang tiba di pesisir bernama “Punggawa Kacong, Genda, dan Masang” dari Bone, Sulawesi Selatan. Pemukiman pertama di daerah pantai yang disebut “Kampung Kangkung”.
Pada tahun 1960, beberapa migran dari Sulawesi mencoba mencari tempat lain untuk bertani di daratan. Akhirnya mereka bertemu Dayak Etnis Basap di daratan. Etnis Basap adalah salah satu etnis asal di Kalimantan Timur. Pada awalnya, mereka bekerja sama sebagai petani padi. Bahkan beberapa migran mengikuti Basap untuk menggunakan lahan sebagai ladang berpindah pertanian padi (Ladang Bergilir). Sekarang, Basap kebanyakan tinggal di Desa Tabalar Ulu, yang terletak di hulu Sungai Tabalar. Selain pendatang langsung dari Sulawesi Selatan, beberapa migran dari etnis bugis datang ke Tabalar Muara dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka tiba di Tabalar Muara pada tahun 1970-an. Beberapa dari mereka menjadikan Tabalar Muara sebagai lokasi migran kedua mereka. Hanya sedikit migran bugis yang lahir di NTB. Sebagian besar berasal dari Bone, Sulawesi Selatan.
Kampung Tabalar Muara terbagi menjadi 4 RT (Rukun Tetangga) yang terbagi menjadi 2 wilayah yaitu Penduduk yang ada di Daratan merupakan RT.01 dan RT.02 dengan rata-rata ber profesi sebagai Pekebun atau Petani Kelapa Sawit dan di wilayah Pesisir dan Sungai merupakan RT. 03 dan RT. 04 dengan profesi rata-rata sebagai Nelayan dan Petambak.